LEMBAGA KEUANGAN DALAM SISTEM KEUANGAN

Published Juli 19, 2012 by mujiatunridawati

LEMBAGA KEUANGAN DALAM SISTEM KEUANGAN

Oleh : Mujiatun Ridawati, MSI.

 

I. PENDAHULUAN

Dewasa ini, persoalan ekonomi yang dihadapi umat sangat kompleks. Ini dikarenakan ekonomi umat secara rata-rata masih jauh dari yang diharapkan. Oleh karena itu, dengan adanya lembaga keuangan diharapkan mampu membantu mewujudkan perekonomian yag diharapkan. Lembaga keuangan adalah salah satu lembaga yang bisa menghimpun dana-dana yang ada di masyarakat, dan kemudian menyalurkannya kepada sektor riil atau kepada masyarakat yang membutuhkan dana tersebut.

Dalam perkembangannya, lembaga keuangan yang ada di suatu negara mengalami banyak pasang surut, ini sesuai dengan perkembangan kondisi keuangan dan moneter yang terjadi dalam negara tersebut.   Dalam hukum, lembaga keuangan dikenal dengan adanya dua lembaga, yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank. Pembagian tersebut untuk membedakan tugas dan fungsinya. Lembaga keuangan bank dalam operasionalisasinya diperkenankan melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, sedangkan lembaga keuangan non bank tidak diperkenankan melakukan penghimpunan dana langsung dari masyarakat.

Dari pemaparan di atas, disini penulis bermaksud untuk membahas mengenai apa saja yang berkaitan dengan lembaga keuangan serta bagaimana sistem yang ada dalam sebuah lembaga keuangan?

 

II. PEMBAHASAN

A. Definisi Lembaga Keuangan Dan Fungsinya

  1. Definisi Lembaga keuangan

Lembaga keuangan adalah badan usaha yang kekayaannya terutama berbentuk aset keuangan (financial assets) atau tagihan (claims), seperti saham dan obligasi. Lembaga keuangan terdiri dari beraneka ragam lembaga yang bergerak di sektor finansial. Dengan demikian, konsep lembaga keuangan dapat dirumuskan dalam beberapa definisi tergantung dari sudut mana melihatnya. Dan di sini penulis hanya akan menjabarkan beberapa diantaranya yaitu :

  • Lembaga keuangan merupakan lembaga yang kegiatan utamanya melakukan kegiatan ekonomi finansial. Dalam kaitan dengan dikotomi perekonomian, unit ekonomi hanya dibedakan menjadi dua macam, tetapi tidak dapat dipisahkan yaitu : unit ekonomi nyata (real economic units) dan unit ekonomi finansial (financial economic units). Unit ekonomi nyata melakukan kegiatan ekonomi nyata (real economic activities). Kegiatan ekonomi nyata menghasilkan barang atau jasa non finansial. Unit ekonomi finansial melakukan kegiatan ekonomi fanansial (financial economic activity). Kegiatan ekonomi finansial menghasilkan jasa finansal (financial service), yaitu jasa yang berkaitan dengan uang. (veithzal riva’i, andria permata riva’i, dkk, 2007 :hal 17).
  • Lembaga keuangan adalah sebuah lembaga yang menjadi intermediary anatara pihak yang surplus dana dengan pihak yang kekurangan dan memerlukan dana (lack of funds). Adapun Meurut undang-undang perbankan no 14 tahun 1967, pasal 1, ayat b, yang dimaksud dengan lembaga keuangan adalah semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya dibidang keuangan menarik uang dari dan menyalurkannya ke dalam masyarakat. ( Iswardono: 1999).
  • Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan, building society (sejenis koperasi di Inggris) , Credit Union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun dan bisnis serupa. (http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_keuangan, akses 14 02 09)

Dari beberapa definisi di atas, penulis dapat memberi kesimpulan bahwa lembaga keuangan adalah suatu lembaga yang kegiatan utamanya adalah  adalah menghimpun masyarakat yang surplus dana kepada orang yang defisit dan membutuhkan terhadap dana tersebut.

2. Fungsi lembaga keuangan

Lembaga keuangan merupakan bagian dari sistem keuangan dalam ekonomi modern yang melayani masyarakat pemakai jasa keuangan. sistem keuangan pada dasarnya merupakan suatu jaringan pasar keuangan (financial market), institusi, sektor usaha, rumah tangga dan lembaga pemerintah yang merupakan peserta dan juga sekaligus memiliki wewenang dalam mengatur operasi sistem keuangan tersebut. Pada dasarnya fungsi pokok lembaga keuangan adalah mengalihkan dana (laonaable funds) dari penabung atau unit surplus kepada peminjam atau unit defisit.

B. Definisi Sistem Keuangan Dan Fungsinya

1.  Definisi Sistem Keuangan

Sistem keuangan merupakan tatanan perekonomian dalam suatu negara yang berperan dan melakukan aktivitas dalam berbagai jasa keuangan yang diselenggarakan oleh lembaga keuangan. Sistem keuangan itu sendiri  terdiri dari institusi-institusi keuangan yang mempertemukan unit-unit ekonomi untuk menabung dengan unit-unit ekonomi untuk berinvestasi. Batasan menabung (saving) dalam tulisan ini adalah pembelian produk produk finansial, sedangkan pengertian investasi (investment) adalah pembelian produk – produk barang dan jasa non finansial, batasan ini dimaksudkan untuk memudahkan pembahasan. Secara umum institusi – institusi keuangan dalam sistem keuangan ini dibagi menjadi dua kategori yaitu :

  • Financial markets adalah Dimana penabung bisa menyediakan dana secara langsung kepada peminjam, terdiri dari pasar modal dan pasar obligasi.
  • Financial intermediaries. Dimana penabung menyediakan dana secara tidak langsung kepada peminjam, terdiri dari bank, reksa dana, credit unions, pension funds, perusahaan asuransi dan lain sebagainya. Bank beroperasi dengan cara mengambil deposit dari unit ekonomi yang menabung dan menggunakannya untuk memberikan pinjaman, dalam hal ini bank mendapat bunga dari penyimpan dan peminjam, sehingga disebut sebagai media perantara keuangan. Institusi-institusi keuangan ini melakukan pengaturan kegiatan dari penabung dan peminjam untuk keperluan investasi. (www.wikipedia.com)

Di Indonesia dikenal dua jenis sistem keuangan, yaitu sistem perbankan dan sistem lembaga keuangan bukan bank. Lembaga keuangan dalam sistem perbankan adalah lembaga keuangan yang menurut undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 pasal 1 yaitu : “ Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak”, sehingga disebut juga dengan depository financial institution (deposit taking). (veithzal riva’i, andria permata riva’i, dkk, 2007, hal 18). Sementara itu, lembaga keuangan bukan bank adalah sebuah lembaga yang tidak diperkenankan menghimpun dana secara langsung dari masyarakat secara langsung dalam bentuk simpanan. (Abdul Ghafur, 2008: hal 1). Seperti perusahaan kredit, perkumpulan koperasi, pegadaian, asuransi, dana pensiun, serta perusahaan pembiaayaan lainnya.

C. Fungsi Sistem Keuangan

Sistem keuangan yang efisien adalah sistem yang mampu menyalurkan sumber dana kepada unit usaha yang paling produktif. Untuk tujuan tersebut sistem keuangan harus mampu berfungsi sebagai:

  1. Sistem pembayaran;
  2. Mekanisme yang mampu mengumpulkan sumber dana terutama dari rumah tangga;
  3. Mengelola ketidak pastian dan melakukan kontrol terhadap risiko;
  4. Mekanisme yang menyediakan informasi untuk keputusan alokasi sumber daya;
  5. Mekanisme untuk mengatasi akibat informasi yang tidak berimbang (asymmetric information) yang muncul pada transaksi keuangan di mana satu pihak mempunyai informasi sedangkan pihak lain tidak.

Fungsi di atas dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk ekonomi yang berbeda, di mana fungsi sistem keuangan dapat dilakukan oleh institusi yang berbeda dengan efisiensi yang berbeda pula. Sebuah sistem dikatakan lebih baik diukur dari kemampuannya menjalankan kelima fungsi di atas. (http://re-searchengines.com/dwi1008.html)

D. Metode Pengalihan Dana Dalam Sistem Keuangan

Metode pengalihan dana dari unit surplus ke unit defisit dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu :

  1. Metode pembiayaan langsung Adalah suatu cara pemberian kredit dimna unit surplus atau ultimate leaders bertemu langsung dengan unit defisit tanpa melalui lembaga keuangan
  2. Metode pembiaayaan semi langsung. Proses pertukaran dana sangat tergantung pada intervensi dari pihak ketiga, yaitu brokers, dealers, investment banker untuk menyelesaikan transaksi pemijaman dana tersebut, metode pembiayaan semacam ini di sebut semidirect financing method.
  3. Metode pembiayaan tidak langsung. Unit surplus menyimpan uangnya dalam bentuk sekuritas sekunder (seperti giro, tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, polis asuransi, dan lain-lain). sementara itu unit defisit menyimpan uangnya dalam bentuk sekuritas primer (seperti: obligasi, saham, dan lain-lain). (veithzal riva’i, andria permata riva’i, dkk, 2007: hal 19)

E.    Lembaga Intermediasi Keuangan

Intermediasi keuangan merupakan suatu kegiatan untuk pembelian surplus dana dari unit ekonomi, yaitu sektor usaha, lembaga pemerintah, dan individu (rumah tangga) untuk tujuan penyediaan dana bagi unit ekonomi lain. Kegiatan ini bertujuan pengalihan dana dari pihak surplus dana kepada pihak defisit. Adapun lembaga keuangan dalam sistem keuangan Indonesia antara lain terdiri dari bank umum, BPR, asuransi, leasing, pegadaian, reksadana, dana pensiun, dan lain-lain.

F.     Bentuk Lembaga Intermediasi Keuangan

Pada prinsipnya lembaga intermediasi keuangan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berikut :

  1. Depository intermediaries karena sebagian besar sekuritas sekundernya merupakan sumber dananya terdiri dari berbagai bentuk simpanan seperti giro, deposito berjangka, tabungan, maka disebut sebagai lembaga penghimpunan termasuk bank umum , BPR dan lain-lain.
  2. Contractual intermediaries

Lembaga ini melakukan kontrak dengan nasabahnya dalam usahanya untuk menarik tabungan atau memberikan perlindungan finansial terhadap timbulnya kerugian baik jiwa maupun harta. maka lembaga ini dikenal perusahaan asuransi kerugian dan dana pensiun.

Investmen intermediaries

Lembaga ini menawarkan surat-surat berharga yang dapat dimiliki sebagai investasi jangkapanjang atau dapat segera dijual apabila investor membutuhkan dananya kembali. seperti trsut funds, money market funds dan lain-lain. (veithzal riva’i, andria permata riva’i, dkk, 2007: hal 20-21)

G.     Peran Lembaga Keuangan Dalam Perekonomian

Peran lembaga keuangan dalam perekonomian antara lain:

  1. Berbagai fungsi yang dilaksanakan masing-masing jenis lembaga keuangan dalam perekonomian
  2. Berbagai jenis intemediasi finansial yang dilaksanakan oleh intermediari-intermediari finansial dalam perekonomian dan pengaruh-pengaruh ekonomi kehadiran berbagai itermediadiari finansial dalam perekonomian.
  3. Berbagai fungsi yang dilaksanakan lembaga-lembaga keungan seperti satu sistem (satu jaringan yang terintegrasikan unit-unit) dalam perekonomian, yang dapat dibedakan antara sistem yang didasarkan atas konsep perusahaan finansial dan sistem-sistem yang didasarkan atas konsep lembaga moneter. konsep perusahaan finansial merupakan konsep mikro, sedangkan konsep lembaga moneter merupakan konsep statistik moneter. konsep statistik moneter merupakan aplikasi konsep statistik ekonomi makro pada bidang moneter.
  4. Sistem yang didasarkan atas konsep perusahaan finansial adalah :
  • Sistem perbankan (jaringan yang terintegrasikan lembaga-lembaga perbankan), yang dapat dibedakan :
  • Sistem perbankan dalam arti sempit, yang strukturnya terdiri dari bank sentral, bank komersil, dan;
  • Sistem perbankan dalam arti luas, yang strukturnya terdiri dari bank sentral, bank bank komersil, dan bank-bank deposito bukan bank.
  1. Sistem yang didasarkan atas konsep lembaga moneter adalah sistem-sistem moneter (jaringan yang terintegrasikan lembaga-lembaga moneter) sebagai berikut :
  • Sistem moneter dalam arti sempit strukturnya terdiri dari authoritas moneter (istilah moneter untuk untuk Bank sentral) dan bank-bank uang deposito.
  • Sistem moneter dalam arti lebih luas strukturnya terdiri dari otoritas moneter, bank-bank uang deposito dan bank-bank uang kuasi (quasi money banks).
  • Sistem moneter dalam arti sangat luas, stukturnya terdiri dari otoritas moneter, bank-bank uang deposito, bank-bank uang kuasi, dan lembaga-lembaga keuangan bukan bank.

H.    SISTEM KEUANGAN DI INDONESIA

Sistem keuangan di Indonesia mengalami perubahan yang sangat signifikan setelah adanya beberapa Undang-undang yang terkait dalam bidang keuangan pada tahun 1992 No 7 tentang perbankan. sektor perbankan saat ini sulit membedakan kegiatan usaha perbankkan berdasarkan fungsinya seperti yang dikenal selama ini UU No 14 Tahun 1967, misalnya bank pembangunan, bank koperasi, atau bank tabungan karena semuajenis bank tersebut kenyataannya telah melakukan fungsi bank umum. sSistem perbankan pasca UU o 7 Tahun 1992 diubah dengan UU No 10 tahun 1998 hanya mengenal dua jenis bank, yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. di samping itu, diperkenalkan pula sistem perbankan berdasarkan prinsip bagi hasil yang disebut bank syari’ah yang sebelumnya tidak dikenal sama sekalidalam sistem perbankan Indonesia.oleh karena itu dengan adanya perubahan undang-undang tersebut, telah terjadi perubahan yang sangat signifikan dalam sistem lembaga keuangan Indonesia, terutama dalam hal pengaturan, pengawasan dan pembinaan bank.

Selanjutnya UU No 7 tahun 1992 tentang perbankan yang telah diubah dengan UU No 10 tahun 1998. perubahan dan penyempurnaan undang-undang ini merupakan upaya mengantisipasi atas terbentuknya blok-blok ekonomi dalam negara, sehingga sistem keuangan Indonesia mengalami perubahan-perubahan dengan diundang-undangkannya beberapa undang-undang seperti :

  1. UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan telah diubah dengan UU No 10 Tahun 1998 tentang perbankan;
  2. UU No 2 Tahun 1992 tentang Asuransi;
  3. UU No 11 Tahun 1992 tentang dana pensiun
  4. UU No 8 ttahun 1995 tentang pasar modal;
  5. UU No 23 Tahun 1999 tentang BI da telah diubah dengan UU No 4 tahun 2003.
  6. UU No 21 Tahun 2008 tentang Perbankan syari’ah.

Seiring dengan perubahan Undang-undang di atas, maka terdapat juga perubahan dan penambahan dalam sistem lembaga keuangan di Indonesia yaitu sebagai beikut:

  1. Bank sentral berfungsi sebagai pengawas sistem moneter; pencipta uang primer terutama uang kertas dan uang logam, dan pemeliharaan cadangan emas dan devisa.
  2. Bank Umum sebagai pencipta uang giral, dan berfungsi sebagai lembaga intermediary antara penabung dan penanam modal, dan menciptakana lalu lintas pemayaran yang efisien.
  3. BPR berfungsi sebagai pelaksana sebagian fungsi bank umum, tetapi di tingkat regional.

Sementara itu, lembaga keuangan di luar sistem moneter yang disebut sebagai non depository taking company meliputi :

  1. Pasar uang
  2. Pasar Modal mencakup antara lain: Underwriter, Broker, dealer, Guarantor, Trustee, Custodian, jasa penunjang.
  3. Dana pensiun mencakup; Daa pensiun pemberi kerja (DPPK), dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).
  4. Perusahaan asurasi, terdiri dari; Jiwa, kerugian, sosial.
  5. Pegadaian
  6. Lembaga Pembiayaan, antara lain; Leasing, ventura capital, factoring, kartu plastik, consumer finance.

Produk-produk yang dapat diciptakan oleh sistem moneter (sistem perbankan) tersebut adalah :

  1. Bank sentral yang menciptakan uang kartal
  2. bank umum yang meciptakan uang giral dan uang kuasi
  3. BPR yang menciptakan uang kuasi. (veithzal riva’i, andria permata riva’i, dkk, 2007: hal 24-28).

Dari pemaparan di atas, dapat dikonklusikan bahwa banyak sekali elemen-elemen yang ada dalam lembaga keuangan. Namun kiranya, elemen-elemen tersebut tidak akan mampu menjadikan lembaga keuangan tersebut teap eksis, apabila tanpa dibarengi dengana adanya sebuah sistem yang profesional. Untuk menciptakana lembaga keuangan dan sistem keuangan yang ada saat ini, maka bangsa kita telah banyak melakukan penyempurnaan dan inovasi-inovasi, sesuai dengan banyaknya perubahan yang ada dalam Undang-undang dalam bidang keuangan. Sehingga diharapkan keberadaan lembaga keuangan mampu berjalan sesuai dengan fungsi dan tujuannya, serta dapat membantu mewujudkan perekonomian negara yang sejahtera.

DAFTAR PUSTAKA

Anshori, Ghofur, Abdul, 2008. Penerapan Prinsip Syari’ah dalam Lembaga Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Iswardono, 1999, Bank dan Lembaga Keuangan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Rifa’i, Veithzal. Veithzal, Permata, Andria, 2007. Bank and Financial Institution Managent, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

http://re-searchengines.com/dwi1008.html)

http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_keuangan, akses 14 02 09

www. Wikipedia.com

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: